"Sakit," rintih Naira memegangi perutnya. Sang ibu terlihat tenang mendampingi putrinya yang terus meringis. Sementara Tonny mondar-mandir kesal. "Jimin di mana?!" tanyanya berang. Jaedan mendongak padanya beberapa kali. Bersama neneknya ia kebingungan memerhatikan pamannya yang selalu mengusap wajah kasar. Tuan Venien datang dengan wajah lelah langsung mendekati sang istri yang memeluk cucunya. Kepanikan, kekhawatiran jelas tergambar di raut masing-masing orang yang ada di sana. "Apa Jimin sudah datang?" tanyanya yang dijawab gelengan oleh istrinya. "Sialan, ke mana anak itu?!" umpatnya. Saat itulah terdengar seseorang berlari di koridor. Tak berapa lama Jimin muncul dengan napas terengah-engah. "Di mana Naira?" tanyanya panik. "Kau dari mana saja? Istri mau melahirkan tapi kau m

