115 Mendulang Bahagia

1035 Kata

Jimin memeluk istrinya yang baru saja menidurkan Jaedan. Ia mencium rambut sang istri dengan mesra. "Ayo," ajaknya. Naira menoleh, langsung dihadiahi ciuman panas oleh suaminya. Wanita itu mendorong sang suami, tapi tak berani melakukannya dengan kasar karena takut Jaedan terjaga. "Hentikan, Jim," ucapnya sesaat setelah ciuman mereka terlepas.  "Ayolah, aku sudah tak tahan. Jaedan juga sudah tidur, kan?" "Tapi ... akh ... Jim," erang wanita itu saat Jimin tiba-tiba meremas pa*yudaranya. "Hentikan, Jim." Naira memukul tangan nakal suaminya. Jaedan mengerang merasa sedikit terganggu. "Ibu," ucapnya serak. Tangan mungilnya mengucek kedua matanya yang masih terpejam. "Iya, Sayang, ibu ada di sini, ayo, tidur." Naira menepuk-nepuk p****t anaknya, setelah mendorong Jimin untuk menjauh. Wani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN