114 Keutuhan Keluargaku

1052 Kata

Jimin menggeliat dalam tidurnya. Mentari pagi menyeruak masuk menyapanya yang terlelap setelah mabuk semalam. Ia mengerjap pelan, mencoba mengingat semua peristiwa yang terjadi setelah ia terjebak dalam pesta syukuran yang diadakan para koleganya. Sesaat ia duduk sambil bersila. Pakaiananya yang tersisa hanya boxer hitam garis putih menutup k*********a. Ia melempar pandangan ke sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan istrinya, tapi wanita kesayangannya itu tak ada di kamar. Pening kembali menyerangnya. Ia turun dari ranjang dengan sedikit sempoyongan. Netranya menangkap sinar surya yang masuk melalui gorden kamar yang terbuka. Sepertinya hari sudah menjelang siang. Suara pintu terbuka mengalihkan atentsinya yang bersiap menuju ke kamar mandi. "Oh, kau sudah bangun? Apa sinar mataha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN