Waktu meeting memang dimulai jam sepuluh malam. Tapi rupanya, mereka juga menyiapkan jamuan untuk pesta berhasinya negosiasi alot itu. Jimin menadapatkan segalanya, selain sebuah gedung untuk showroomnya. Bahkan salah satu investor menawarkan tanahnya sebagai tempat pembangungan gudang perakitan mobil yang akan dibuatnya nanti. Jimin masih memikirkan sistem sewa yang diajukan sang pemilik lahan. Sebab, ia cenderung ingin membeli tanah itu ketimbang membayar sewa setiap tahunnya. Itu akan memboroskan anggaran. Jimin pikir hari ini akan pulang lebih awal. Namun, karena mereka baru memulai, jadi Jimin terpaksa mengikuti acara itu sampai selesai sampai malam menjelang. Sekitar jam delapan malam dirinya sampai di hotel dalam keadaan mabuk. Langkahnya sedikit oleng memasuki lift yang akan mem

