"Kami berangkat, ya, jaga diri kalian baik-baik," ungkap Maira pada anak dan menantunya. Tonny pun memeluk kakaknya. "Carilah istri," ucap sang kakak. "Kau pria cerdas yang hebat, akan ada seorang wanita hebat yang menginginkanmu dalam hidup ini." "Baik." Tonnye mengangguk, kemudian mengurai pelukannya dan beralih pada Jimin. "Hati-hati di jalan," ucap Jimin berpesan seraya menepuk punggung adik iparnya. "Aku bangga kau tumbuh jadi pria yang hebat." Tonny tersenyum bahagia. Tak berapa lama mereka pun masuk ke mobil. Bersama supir yang disiapkan pihak hotel, mereka akan berangkat ke bandara. "Nangis?" goda Jimin pada istrinya. "Bukannya kau bilang tak akan nangis?" "Jangan menggodaku. Ayo, kita kembali ke kamar. Kau bilang akan meeting jam sepuluh nanti, 'kan?" Jimin mengangguk lalu

