Tonny menggelar peralatan melukisnya di sekitar sungai Han. Senja menyapa daerah itu. Meski sedikit ragu dengan apa yang akan dilakukannya, Tonny tetap menjalankan misinya. Beberapa kamera kecil terpasang di pakaiannya, juga peralatan lukisnya. Semua sudah disiapkan sedemikian rupa oleh Scart. Jangan lupakan alat penghubung yang menempel di telinganya. Alat itu langsung terhubung pada anak buah Scart yang menyertainya dalam melaksanakan misi. Pria itu mulai menggoreskan kuasnya pada kanvas kosong, melukis pemandangan. Sebuah mobil yang mengiringinya dengan berbagai macam alat perekam terus mengawasi daerah sekitar, juga menjaga Tonny dari kejauhan, takut-takut kalau pria autis itu berada dalam bahaya. Beberapa jam berlalu, tak ada kejadian apa pun. Bahkan Tonny sudah akan menyelesaikan

