70. Terjebak Perjanjian

1061 Kata

Jimin terduduk di lantai. Tubuh bersandar di daun pintu dengan mie instan mengepulkan asap di sampingnya. Aroma nikmat dari mie rebus itu tak mampu menggelitiknya sama sekali, untuk sekedar mencicipi. Hatinya terlalu hancur, karena sebuah keputusan yang salah. Kepala Jimin menengadah, bersandar pada pintu kayu yang jadi satu-satunya pemisah antara dirinya dan Naira. Jika sebelumnya Naira tak akan pernah mengabaikannya, kini semua berubah. Tentu saja bukan Naira yang salah. Ini salahnya. Ia yang memilih keputusan itu. Dengan alasan untuk menyelamatkan perusahaan sebagai point utama yang ditekankan ayahnya saat itu. Kala itu Jimin, ayahnya, Kaori, dan sang ayah berada dalam satu ruangan. Duduk di pisahkan sebuah meja kayu pinus dengan berkas perjanjian yang harus ditandatanganinya. "Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN