71. Pameran Pertama Tonny

1014 Kata

Naira memandang Jimin yang meninggalkannya. Jimin dan Kaori pergi ke Paris untuk waktu dua minggu lamanya. Wanita itu pun hanya bisa tersenyum miris sambil menahan rasa sakit yang kembali mendera kalbu. Setelah mobil melaju meninggalkan rumah, Naira membalik badan hendak kembali ke dalam ketika dering telepon terdengar dari saku celana. "Tonny?" gumamnya pelan dengan setetes air mata yang meluruh jatuh tanpa permisi, ia jadi sangat emosional. "Halo, Tonny ...." "Halo, Kak Naira, apa kabar?" tanya Tonny. Netranya bergerak liar memerhatikan sekitar. Sementara suara masih tersambung lewat benda pipih yang menempel di telinga. "Kakak baik, Sayang. Kau dan ibu bagaimana?" "Kami juga baik," sahut Tonny. "Kak, aku akan menggelar pameran lukisan pertamaku di Fukuoka. Bisakah Kakak menghadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN