Jimin masih terduduk di atas ranjang. Tangan masih tertancap jarum infus dengan wajah menuntuk menatap nampan berisi makanan di pangkuannya. Scart mengehela napas kasar. Sejak mendengar keadaan Naira yang tak kunjung sadar, Jimin kehilangan semangatnya. Seringkali, dalam diam air matanya meluruh jatuh. Scart benar-benar kasihan dengan kehidupan cinta mereka. "Apa ini kutukan buatku?" Jimin bergumam pelan. Scart menajamkan pendengaran. Mungkin saja Jimin akan mencurahkan isi hatinya sekarang. "Apa ini karena aku tak berhasil menjaga Jack? Hingga Jack mengutukku dari sana?" "Ini hanya sebuah hukum sebab akibat, Jim. Jika saja di masa lampau kau tidak ...." Scarg menggantung ucapannya. Ia memang sudah tahu semua permasalahan itu. Kenapa Kaori dan keluarganya begitu mendendam. Jimin meng

