105. Love You Forever

1144 Kata

"Eugh ...." Sekali lagi desahan penuh gairah lolos dari mulut Naira. Jimin tak mau berhenti, terus-menerus memberinya dorongan dan hentakan yang menggila. Naira menggerang hebat. Tubuh pun begetar dengan kedua tangan mencengkram seprai. Ia telah mencapai klimaksnya lagi. Napas memburu, d**a turun naik, jantung pun berdetak lebih cepat. Kenikmatan itu tereguk sempurna. Jimin menatap istirnya puas. Ia menurunkan wajah sedikit berbisik, "Kau selalu luar biasa. Bertahanlah sedikit lagi, aku belum keluar." Jimin terus memompa, sedang Naira kian bergetar, sampai hentakan dan dorongan Jimin melambungkannya ke awang-awang. Ia berteriak, sebelum terkapar tanpa daya. Semuanya terlalu nikmat. Jimin sangat perkasa. Beruntung Jaedan sedang dibawa keluar jalan-jalan oleh tetangganya, hingga mereka b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN