“Kau sangat tahu aku, Raven Vilcentius!” Dayton menyeringai keji. Raven yang melihat itu hanya diam saja. Memandangi bagaimana ketua salah satu pack itu menghadapi dirinya. Walau, dengan cara yang sangat kasar sekalipun ia pasti kana menerima pertentangan ini. “Bagaimana kau bisa berpikir kalau aku tidak bisa mengendus niatmu yang sangat buruk itu, Dayton! Lula Viviane milikku dan kau tidak bisa mengakui sebagai miliknya apalagi iming-iming mate yang kau pikirkan itu!” “Kau sangat tidak sopan, Raven. Kau masuk ke dalam pikiran orang dan membacanya. Bukankah itu adalah tindakan yang sangat tidak terpuji?” olok Dayton. “Lagi pula siapa yang kau maksud dengan Lula Viviane? Ratu iblis itu sudah tidak ada bukan? Dia sudah mati dibayang-bayangi oleh kepedihan yang mendalam. Dosa yang ti

