CHAPTER 25 : Prejudice

1847 Kata

Rula bangun dari tidurnya. Perasaannya tidak enak. Ini seperti ada seseorang yang mengawasi dirinya dalam tidur. Tapi tidak ada, ia bahkan sudah mengedarkan penglihatannya ke penjuru arah.   Padahal jam masih menunjukkan waktu empat dini hari, kenapa malam ini terasa lambat?   “Peachy,” panggilnya saat tidak melihat ada seekor kucing yang biasanya selalu berada di kakinya. Kucing kecil itu telah pergi entah ke mana selama dua hari belakangan. “Ah, mungkin dia sedang pergi jalan-jalan sebentar. Dia ‘kan memang selalu pergi entah ke mana dan akan muncul juga secara mendadak.”  Rula turun dari ranjang dan merasakan ubin yang dingin. Tubuhnya seketika menggigil. “Apakah salju sudah turun dengan sangat deras? Aku pun lupa untuk menyalakan pemanas.” Ia membuka jendela kamarnya dan belum menda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN