Raven masih memerhatikan perempuan yang sedang terdiam di tepi tempat tidur. Perempuan yang ia ikat memakai kain dan juga borgol dari besi. Perempuan yang diam saja sejak bangun dari tidurnya. Perempuan yang tidak berbicara banyak saat mereka terakhir kali berbicara. Entah bagaimana Raven mendeskripsikannya. Banyak pikiran yang berkecamuk di kepala perempuan itu. Pertama karena perempuan itu masih tidak percaya dengan takdir yang dijalani. Yang kedua masih ada dendam berselimut di dalam hatinya karena ia mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Dilecehkan dan dibuang seperti binatang tidak berguna. Bahkan, binatang saja masih memiliki hati untuk menyakiti sesama. Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah menjadi mayat hidup yang sangat menjijikkan. Aku bahkan tidak bisa mencium wan

