Raven menyisiri hutan lebat. Membiarkan ranting-ranting tajam menusuk kulitnya yang pucat pasi. Tak jarang juga ia menyapa banyaknya makanan yang berada di hadapannya. Rusa, ayam hitam, anoa bahkan ada beruang hutan yang menempati wilayah ini. Tepat di sana, jurang kematian. Jurang yang bisa membuat nyawa manusia seketika hilang. Dengan di bawahnya ada danau besar yang akhirnya mengalir ke laut lepas. Raven merentangkan tangannya dan merasakan sinar matahari yang menusuk kulitnya. Ia tidak takut dengan sinar matahari. Ia tidak lemah akan hal itu. Bahkan kulitnya saja tak merasa terbakar. Yang ada, ia merasakan kulitnya seperti batu ruby yang bersinar. Membuat dirinya tampak seperti mahal. Raven membuka bajunya, membiarkan otot liat terpampang di sana. Tubuhnya sudah terpampang sem

