Rula sedikit risi dengan keadaan kelab ini. Oh tidak. Mungkin bukan hanya kelab ini, melainkan semua jenis kelab yang ada di dunia. Ruangan besar dan dipenuhi oleh orang dari berbagai jenis usia, dari yang remaja hingga tua. Suara musik yang bisa memecahkan gendang telinga, begitu juga dengan goyangan para penari yang mengikuti irama. “Bagaimana? Ini tidak buruk, ‘kan?” Dayton memegang pinggul Rula saat memasuki ruangan remang itu. Dan mencari di mana teman-temannya berada. “Not bad.” Tolong! Itu bukan pernyataan yang sebenarnya. Sama sekali bukan. Ia hanya tidak mau mengecilkan hati seorang Dayton Lecter yang sudah terlalu baik padanya. Apalagi pria itu sudah mau menjadi sahabat karibnya akhir-akhir ini. “Oh, baguslah. Aku mengira bahwa kau tak akan nyaman dengan situasi ini. Aku

