Hari ini sudah satu bulan lebih semenjak ia ditinggalkan oleh sang kekasih. Sejak saat sang kekasih berubah menjadi angin yang beterbangan bersama dengan debu-debu yang lain. Hari ini sudah satu bulan ia menyendiri, menikmati ranjang besarnya seorang diri tanpa ada yang menemani. Memimpin semua makhluk immortal yang semua pandangannya sudah tertuju pada dirinya dan juga mendiang Lady. Ia sudah dikucilkan walau tak kentara, semua pandangan makhluk immortal seolah menghunusnya bagai pedang bermata tajam. Ia tahu ia salah. Ia tahu tidak bisa mengajarkan bagaimana sang Lady bertindak sedemikian rupa dan tidak melakukan hal egois lainnya. “Colton,” panggilnya pada salah satu pelayan kepercayaan yang sedari tadi berada tidak jauh dari pintu kamarnya. “Apa mereka sudah pergi dari istana?”

