“Apa Kak Rissa masih berpikir kalo mereka beneran mau bunuh diri mereka sendiri?” “Tinggal di kos-kosan sempit itu cuma buat mereka kesepian, depresi. Dan menderita. Bahkan karena terlalu merasa menderita, mereka sampai putus asa dengan melakukan bunuh diri.” “Bukan, Kak.” “Maksud kamu?” Rissa menoleh. Kemudian Rasa membalas tatapan kakaknya. "Aku yakin bukan kemauan mereka ingin bunuh diri. Bukan kemauan mereka untuk mengakhiri hidup setragis itu. Kalo emang mereka merasa menderita, depresi, seharusnya mereka tetap melanjutkan hidup sampai semuanya benar-benar berakhir.” “Mereka nggak akan seputus asa itu, walau kenyataan berlaku jahat sekalipun.” Untuk membuktikan ucapannya pada sang kakak sekaligus memecahkan kasus bunuh diri ini, lagi-lagi Rasa melewati batas polisi dengan menero

