27

923 Kata

Brak! Tanpa berpikir Selena langsung membuang ponsel itu jauh-jauh darinya. Dengan pikiran menggila, tubuhnya seketika merengkut di pojok ranjang, di sudut ruangan. “Nggak. Nggak mungkin!” Mulutnya menolak. Logikanya menolak. Namun tidak dengan telinga dan ingatannya yang masih terngiang jelas suara seseorang di ponsel itu, yang sama persis dengan suara Ghea. Adik kelasnya yang belum lama bunuh diri, satu hari setelah dirundung olehnya. Kepala Selena menggeleng kuat-kuat. Sepasang matanya terpejam rapat-rapat. Tidak jauh berbeda dengan darahnya, keringat pun mengalir deras di sekujur tubuhnya. Dengan jantung yang berpacu ribuan kali lebih cepat, ia paksakan membuka matanya hingga tiba-tiba punggungnya terangkat sempurna dan di saat yang bersamaan ia mendapati dirinya tengah terduduk di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN