Gadis itu sudah tenggelam. Sampai ujung kepalanya sudah tidak terlihat lagi di permukaan. Tanpa ragu Antara menceburkan diri. Berenang secepat yang ia bisa, lalu membawa tubuh Rasa yang sudah tak sadarkan diri ke daratan. Kemudian ia baringkan tubuh gadis itu di atas pasir putih pantai. Antara cemas. Sangat cemas. Bahkan saking cemasnya, dia langsung melakukan CPR berkali-kali pada Rasa. Namun gadis itu belum sadarkan diri juga. Sampai tiba-tiba ia menangkap celetukan, “Kasih napas buatan!” Awalnya Antara sempat ragu. Karena belum apa-apa saja dadanya sudah berdegup kencang sekarang. Tetapi ketika ia tatap kembali wajah pucat Rasa, Antara benar-benar tidak tega membiarkan gadis itu berlama-lama seperti ini. Antara tidak ingin gadis itu sampai kenapa-napa hanya karena keraguannya. Denga

