Justin melihat bulir-bulir keringat mulai menetes di dahi Tamara mengelapnya dengan sapu tangan yang ada di saku celananya. "Jangan kebanyakan bergoyang, kasihan anak kita," kata Justin. "Iya, Kak. Aku sangat mencintai kamu," balas Tamara memeluk Justin dengan erat. Justin memeluk Tamara lalu menutup mata wanita itu dengan kain berwarna hitam membuat Tamara terkejut. "Kakak, kenapa mataku ditutup?" tanya Tamara. "Ikuti saja apa yang aku minta," jawab Justin. Justin membawa Tamara menuju pantai yang terletak agak jauh di sana. Perlahan dia melepaskan kain penutup mata Tamara hingga wanita itu bisa melihat pemandangan meja yang sudah ada makanan dan minuman di atasnya. "Duduk dulu, Sayang. Aku yakin cacing di perut kamu sudah berdemo minta jatah," kata Justin menarik kursi untuk Tamar

