My Lovely Brother

1025 Kata

Theo meminta Tina beristirahat saja dan memikirkan Tamara besok saja. "Baiklah, selamat malam," kata Tina. Theo melihat Tina sudah masuk ke dalam kamar masuk ke kamarnya juga. Dia berbaring di atas ranjang lalu menatap langit-langit kamar. "Max, aku cuma berharap kamu tidak berbuat nekat untuk mendapatkan Tamara," gumam Theo. Theo melirik jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam memejamkan mata. Dia berharap hari esok akan lebih baik dari hari ini. *** Pagi yang cerah, burung-burung berkicau dan suara jalanan mulai dipenuhi deruman kendaraan terdengar. Tamara yang masih di dekapan kakaknya membuka mata perlahan. "Ternyata dilihat dekat-dekat tampan juga kalau lagi tidur," gumam Tamara. Tamara melihat wajah Justin yang memiliki rahang yang tegas, hidung mancung, rambut yang agak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN