Tamara melihat kelasnya sudah dimulai memilih pergi berjalan ke cafe sendiri. "Max mendadak menjadi menyebalkan," gumam Tamara. Begitu sampai di kafe, dia langsung memesan minuman dan cemilan. Tidak lama pesanan dia sampai. "Mending makan daripada mikir hal tidak penting," gumam Tamara. Tamara mulai memakan makanannya sambil sesekali meminum kopi yang dia pesan. *** Justin yang masih meeting dengan kolega bersama papanya melihat ponselnya. Dia melihat ada laporan dari mata-mata yang dia sewa membuka pesan itu. "Tidak biasanya Tamara membolos," gumam Justin mengernyitkan dahi. Justin mengirim pesan ke mata-mata yang dia sewa untuk tetap menjaga Tamara. "Semoga Tamara tidak kenapa-kenapa," gumam Justin. Justin menjadi tidak konsen. Dia berharap rapat ini segera selesai. "Justin, k

