Justin yang sudah sampai di titik lokasi Tamara berada buru-buru keluar dari mobil. Dia melihat suasana terlihat sangat sepi mengernyitkan dahi. "Kenapa sepi sekali?" gumam Justin. Justin melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah tanpa hambatan sama sekali karena pintu rumah itu terbuka lebar. Dia melihat siapa pun di sana mengepalkan tangannya. "Apa mereka sekarang sedang bermain petak umpet?" gumam Justin dengan senyum liciknya. Justin berjalan memasuki ruangan yang ada di sana. Tiap kali dia keluar pasti ruangan itu sudah hancur total. "Mereka sangat keterlaluan. Berani sekali bermain api dengan Justin Viano," gumam Justin. Tring Tiba-tiba ponsel Justin berbunyi. Dia melihat panggilan itu dari nomor tidak dikenal langsung mengangkatnya. "Hello, Justin Viano. Kau pasti sedang menca

