Perlahan Justin menurunkan Tamara ke atas ranjang. Dia mengecup bibir Tamara lembut lalu melepaskannya. "Hari jadian kita," kata Justin menempelkan kening mereka. Tamara menggigit bibirnya saat merasakan hembusan napas Justin di lehernya membuat Justin menyeringai kecil dan mengangkat rok yang digunakan Tamara. "Jangan, Kak. Nanti ketahuan mama dan papa," tolak Tamara. "Mereka juga sudah tahu semua yang kita lakukan. Pastinya mereka cuma pura-pura enggak tahu saja, Tamaraku," balas Justin. Tamara hanya bisa pasrah dia mengikuti kemauan Justin. Kali ini mereka saling suka sama suka melakukannya. Bahkan Tamara sampai memohon ampun pada Justin karena bukan hanya di ranjang mereka bermain, di setiap sudut ruangan. Tubuh Tamara sudah banyak tanda kepemilikkan yang diberikan oleh Justin. "

