Laa Tahzan (gundah)

434 Kata

Laa Tahzan (kegundahan) Author pov Sejak Hanifa memberi jawaban atas perjodohannya dengan putra Kiyai Zaenal, berhari-hari perjodohan serta jawaban itu menjadi beban pikirannya. Hal ini dikarenakan sifatnya yang pemikir. Maka segala hal atau bahkan masalah sekecil apapun tidak akan pernah hilang begitu saja dari ingatannya. Permasalahan ini membuatnya tidak fokus akan hal-hal lain. Dari masalah kuliah yang sering tidak mendengar penjelasan dosen karena terlalu banyak melamun, sampai-samapai nafsu makannya yang berkurang begitu saja. Ayah dan Ibunya hanya bisa memandang perubahan yang ada pada diri putrinya itu. Tapi sungguh mereka menegetahui masalah yang sedang difikirkan oleh Ifa. Ifa benar-benar seorang pemikir. Ia tak akan berhenti memikirkannya sebelum dia bisa menemukan jawabanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN