Insiden..... Hanifa POV Hari Kamis................ Sekitar pukul 5 sore aku keluar dari rumah. Niatnya aku akan pergi membeli minuman buka puasa di toko seberang jalan sana. Jaraknya memang tidak terlalu jauh dari rumah. “Bu...yah....Ifa mau ke toko seberang ya.....mau beli minuman buka puasa Assalamu’alaikum.” kataku dengan lesu. Yaa bisa di teba aku masih sedih dengan kegundahan hatiku. “Iya. Wa’alaikumussalamhati-hati nduk...” kata Ayah dan Ibu di dalam. Aku berjalan tanpa semangat. Raut sedih masih terlihat di wajahku. Aku tidak peduli orang-orang memperhatikan mukaku. Karena aku tidak bersemangat menanggapinya. Aku berjalan dengan sangat lambat....bahkan sekali-kali aku melamun. Mungkin orang-orang yang melewati akan berpikiran aku ini stres atau gila. Tapi tetap tak ku peduli

