Laa Tahzan Ummi Hanifa POV Sudah 3 hari aku kritis, kini aku sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Namun aku belum sadar juga. Infus, alat bantu pernafasan, alat deteksi jantung pun masih tetap terpasang di tubuhku Orang tuaku yang dari awal mendengar aku kecelakaan langsung khawatir. Apalagi ibu ia selalu menangis. Saat 3 hari itu aku merasa selalu ada air mata yang menetes di wajahku. Memang tiga hari ini dokter melakukan perawatan yang terbaik. Namun aku belum juga sadar. “Nduk.....bangun...nduk...kamu enggak kangen sama ibu dan ayah...bangun nduk....” kata ibu kemudian ibu mencium keningku yang tertutup kerudung. Setelah itu ibu tertunduk di samping ranjangku dan menagis. Saat ibu menangis... Perlahan ku buka mataku melihat keadaan sekeliling. Aku menyadari aku berada di ru

