Beban Hatiku

405 Kata

Beban Hatiku Hanifa POV Sudah beberapa hari aku sadar dari kritis akibat tertabrak waktu itu. Hari ini rencananya aku akan di ronxen. hanya untuk memastikan tidak ada kerusakan tulang pada rangka gerak bawah. Pemeriksaan akan di lakukan pukul 13.00 WIB. Sejak kemarin aku memperhatikan ruang rawat inapku. namun aku hanya menemukan ruangan yang luas dengan aku sebagai pasien sendiri. ada sofa untuk keluarga, kamar mandi. telivisi besar, AC. “Kenapa....hanya aku yang dirawat di sini? seharusnya kan ada beberapa pasien lain?” kataku bingung. “Tapi tunggu.....bu bukannya....ini ruang rawat VVIP. Ah ya....ini ruang rawat VVIP. Pastas saja kalau aku hanya sendiri disini.” pikirku. Tak berapa lama aku berpikir tentang ruang rawat inap ini,  ibu datang dari rumah sambil membawakan buku un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN