12

900 Kata
Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani mengganggu tidurku, akan kujadikan bangkai pada depan rumahku,” ucap pelukis bersayap. Warga hanya terdiam melihatnya, pelukis bersayap pribadi berjalan menggunakan pedangnya menghampiri anak mini yg bersembunyi dibawah kaki masyarakat, terdengar bunyi ukiran pedang disetiap perjalanannya “Nasib baik kau tidak kujadikan bangkai,” pelukis bersayap menunduk berbicara kearah anak mini itu.Suara nyanyian berbunyi mengindikasikan hari sudah pagi, tampak masyarakat pada kerajaan langit sedang asik berdangsa sembari berbelanja pada pasar, pelukis bersayap itu terbangun waktu sebuah bola memecahkan kaca rumahnya, dia pun pribadi merogoh pedang pada hadapannya kemudian berjalan keluar rumah. Anak mini yg menendang bola itu berlari menghampiri kerumunan masyarakat yg sedang asik bernyanyi, waktu masyarakat melihat sosok pelukis bersayap nyanyian pun berhenti “Siapa yg berani
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN