Selama perjalanan pulang hingga sampai ke rumah, Zidan hanya diam. Walaupun diajak ngobrol, ia hanya merespon dengan anggukan, gelengan atau deheman saja. Itu membuat Reva malas mengajaknya ngobrol. “Kamu nggak turun?” tanya Reva setelah sampai rumah. “Aku mau balik ke perusahaan,” jawab Zidan tanpa mengalihkan pandangan. “Loh katanya kamu tadi udah pulang kerja,” Reva ingat saat di chat tadi, Zidan mengatakan kalau dia sudah mau pulang kerja. “Ada urusan mendadak.” “Tiba-tiba?” Zidan mengangguk. “Namanya juga mendadak.” “Oh, ya udah. Makasih ya udah anterin aku pulang.” Lagi-lagi Zidan hanya mengangguk. Setelah Reva turun, mobil Zidan bergerak meninggalkan rumah. Reva terus memandanginya dengan dahi berkerut sampai hilang dari pandangannya. ‘Aneh banget Om Zidan. Tiba-tiba berubah

