TIGA PULUH ENAM

427 Kata

mata Shella yang sebelum nya terpaku dengan bayangan hitam yang melintas diantara tirai sekat tempat tidur tak jauh di depan nya kini beralih saat tiba - tiba lampu di ruang jenazah itu mati. jantung Shella berdebar dengan lebih kencang, ia berusaha untuk mencari pintu keluar dengan sumber pencahayaan yang sangat minim namun nihil, Shella sama sekali tidak dapat melihat apa - apa. "sstt" spontan kepala Shella langsung menoleh ke arah kanan akibat bisikan entah milik siapa di telinga kanan Shella. "siapa itu?!" sahut nya dengan tubuh yang gementaran. "Hei! jangan main - main dengan saya! tidak lucu!" jerit shella lagi, kali ini perempuan itu benar - benar tidak bisa menahan rasa takut di dalam diri nya. Shella menetes kan air mata sambil terus mencari pintu keluar agar dapat seg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN