"HAHAHA" suara tawa yang begitu melengking, terlontar dari mulut manis Soraya. tatapan mata perempuan itu terlihat begitu tajam, saat ini tubuhnha sudah benar - benar di kuasai oleh Annelise. Senyuman Annelise yang awalnya melengkung sempurna di wajah Soraya, kini meredup setelah ia melihat sosok yang berdiri di belakang tubuh Saleh. "Kau tidak akan bisa menghalangi jalan ku," ujar Annelise, suara perempuan itu sangat menggelegar seolah benar - benar serius dengan apa yang di ucap kan nya barusan. Ucok menatap Saleh kagum karena baru kali ini ia melihat segelintir rasa takut yang muncul di raut wajah Annelise. Padahal di hadapan ayah nya sendiri, Annelise tidak terlihat terancam sekali pun. Berbeda dengan Ucok, Saleh tau betul kalau Annelise sedang tidak berbicara dengan diri nya

