"Kamu udah bohongin aku, Di. Tapi aku nggak akan diam aja, dan aku mau lihat sampai mana usaha kamu untuk balik lagi sama cewek nggak tahu diri itu. Kalau aku kasih tahu Mama kamu tentang perselingkuhan Papa kamu dengan Mama Fani." ujarnya pelan yang hanya di dengar olehnya sendiri, bibir tebalnya itu seketika menyeringai. Fani mengembuskan napasnya berat menatap bangunan yang berdiri di hadapannya. Sudah dua hari dirinya meninggalkan sekolah karena demam yang di deritanya, dan sekarang dirinya harus kembali ke sekolah. Ia sudah tahu jika dirinya bukan lagi leader Brapera dan wakil osis. Dirinya hanya murid biasa yang tidak mempunyai ekstrakulikuler. Bahkan lomba yang akan dirinya ikuti pun kini batal, ia sudah menduganya. Banyak yang tidak menyukainya bahkan para guru sekarang mulai iku

