“Zanna, kamu mau membiarkan orang yang tidak baik memperlakukanmu, menikah dengan orang lain?” mamah menatap anak bungsunya. “Tidak! Zanna tidak mau itu terjadi, karena bagaimanapun dia harus bertanggung jawab!” ucap Zanna yang langsung menunduk karena malu dengan apa yang dia katakan barusan. “Jadi, kamu mau orang mengatakan kalau seorang Zanna itu madu dari seorang wanita bos?” “Tidak, ih! Zanna tidak mau itu, Zana tetap ingin menjadi wanita satu-satunya, karena jadi nomor dua itu tidak enak.” Mamah tersenyum, “kalau begitu bagaimana kamau mamah jodohkan saja kamu sama ayah Ruta?” “Mamah, ih! Zanna sedang serius iniii.” Zanna cemberut karena merasa apa yang manahnya katakan hal yang konyol. “Siapa yang akan mengizinkan itu! Papah tidak akan menyetujuinya!” suaranya menyadarkan anak

