47

1314 Kata

Sedangkan di tempat lain, Zanna masih terus tertidur pulas walaupun sudah beberapa kali mamahnya bangunkan untuk makan tapi semua itu tidaklah berguna sebab Zanna masih menutup mata untuk menghilangkan lelahnya. "Sayaang, ayo bangun dulu, kamu belum makan dari tadi. Ini sudah hampir siang, jadi cepat bangun." Ucap sang mamah dengan mengusap kepala sang anak sayang. "Emmh ... baiklah." Zanna menguap dan membuka mata. Begitu enak ketika dia melihat sang mamah yang membangunkannya. Padahal selama ini, dia sudah terbiasa bangun tanpa siapa-siapa. "Cepat ke air, kita makan bareng, papah dan semua orang ada. Mereka ingin putri tercantiknya makan sama-sama. Oh iya, tadi ada yang menelepon, sepertinya dia orang penting karena mana kontaknya pun begitu unik." Ucap sang mamah sebelum dia beranjak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN