48

1187 Kata

“pulang, bukannya rumah Zanna itu di sini? Lalu, dia pulang ke mana?” monolog Arga sambil terus mengetuk-ngetuk setir mobil dan menatap ke arah rumah tersebut. “aaah ... ini sungguh memusingkan!” mengacak rambut memukul setir mobil. Karena kesal tidak tahu apa yang dimaksud Riska, akhirnya Arga menghidupkan mobil dengan tujuan pulang. Tapi sebelum itu, dia melihat ada sebuah mobil yang masuk ke pekarangan rumah Zanna. Dari tempat duduknya, Arga melihat kalau itu seseorang yang kelihatannya tengah mengambil sebuah koper, sebab Riska mengambilnya jadi dalam rumah. “Sepertinya inti mobil pribadi, dan kenapa wajah Riska terlihat sedih? Setelah memberikan koper tersebut!” otak Arga terus berputar, memberikan kemungkinan- kemungkinan yang ada. Membuatnya pusing sendiri. “saya harus mengiku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN