“Kamu itu benar-benar ya! Meninggalkan aku di sini. Berapa lama kamu ada di sana, aku tidak enak tinggal satu atap dengan paman.” “Loh, loh! Terus kalau kamu tidak mau di sana, kamu mau tinggal di mana?” “Kembali ke tempat kos yang dulu. Aku sudah kirim kabar sama teman, katanya memang ada kamar kosong di sana.” Ucap Riska membuat Zanna terkaget. “Oh begitu aku ___ aduh Riiis, maaf ya. Mamah memanggil aku.” Zanna langsung mematikan sambungan telepon dan memindai nomor ayahnya. “Halo ... ada apa? Kamu mau ayah jemput?” Ruta langsung tersenyum dengan apa yang dia harapkan. “Halo, Yaaah. Cepat ayah cegat Riska, dia ingin pergi pindah ketika Zanna akan ada di rumah, ayah kan tahu mungkin Zanna tidak akan lagi tinggal di sana.” Ruta yang mendengar itu langsung kaget, pasalnya dia tidak ak

