Boy lang mengerti, “sepertinya dia akan masuk besok lusa, Tuan. Sebab masa cutinya dia ambil seluruhnya.” Arga mengangguk dan mempersilahkan Boy untuk pergi mencari makan ,karena dia mulai merasa lapar, dan memang pasti perut Arga ingin cepat di isi, sebab dia makan itu, tadi pagi sebelum bergelut dengan pekerjaan dan terbang untuk pulang. Yaaa, walaupun di dalam pesawat di beri makanan, tapi dia tidak mengambilnya sedikit pun, karena dia kembali fokus pada pekerjaan sampai pulang. Dddr … ddrrt … ddrt …. Panggilan dari sang ayah membuat dia langsung menekan tombol hijau untuk menerima. “Halo, Pah? Ada apa, tumben Papah telepon.” ucapan itu membuat sang papah yang ada di seberang sana, tersenyum dan mengakui kalau dia memang jarang , malah hampir tidak pernah sama sekali untuk menghubun

