“Kamu tenang saja, saya tidak akan memecat sembarangan orang, tapi kamu harus ingat batasan. Karena setiap orang punya privasi sendiri. Kamu harus ingat, tidak semua yang kita lihat, adalah kebenaran dari hati seseorang, karena hati orang tidak akan pernah ada yang tahu. Jadi jangan mengambil jalan pintas hanya karena pujian, sehingga mengatakan hal yang tidak-tidak. Padahal belum tentu itu kebenarannya. Ingat ya, jangan bicara yang tidak-tidak.” Perkataan Arga membuat Boy hanya bisa terdiam. “Sekali lagi, kamu harus ingat perkataan saya, jangan pernah melewati batas, walaupun kita dekat, ada kalanya sesuatu yang belum kamu yakini, jangan kamu katakan pada orang lain, karena itu akan membuat kamu rugi sendiri akhirnya. Apa kamu mengerti?” “Siap, Tuan. Emmm ... jadi, kita pulang sekarang,

