“Zanna masih di sini karena Zanna tidak mau meninggalkan ayah sendiri, dia sudah menjaga dan membimbing Zanna untuk selalu menghormati orang yang telah berjasa pada kita, dan juga jasanya begitu besar pada Zanna, masa Zanna harus meninggalkan dia. Itu kan tidak baik, habis manis sepah di buang.” Ucap Zanna lirih. Ketiganya terdiam sebentar setelah itu Firdan menatap adiknya, “Bagaimana kalau kamu ajak temanmu untung tinggal di sana? Setidaknya kamu tidak sendiri.” “Itu sedikit lebih baik, jadi kamu ada temannya, dari pada kamu tinggal sendiri dan berdua dengan ayah.” “Tapi, sepertinya dia tidak akan mau, pasalnya, tempat dia bekerja yang kedua cukup jauh dari rumah. Sedangkan dia begitu butuh dengan pekerjaan itu, supaya dia bisa menghidupi adiknya.” “Katakan padanya, Mbak akan menggaj

