32

1377 Kata

Ruta langsung menghembuskan nafas, “Ya ampun, Zannaaa, dari tadi itu kamu kemana saja, kan dari tadi sudah jelas, kalau ayah tidak mengizinkan kamu pergi selama ayah belum mendapat pengganti ibumu.” Ucap Ruta sambil melipat tangan dan menatap sang anak yang terlihat bahagia. “Asyiiik ... akhirnya Zanna tidak akan berpusah dengan ayah!” ucapnya sambil berjingkrak, dan akhirnya melompat ke pelukan sang ayah, membuat Ruta hampir saja terjatuh. “Sudah-sudah! Sekarang ayo kita pergi, bukannya kamu harus bekerja?” Ruta mengingatkan Zanna akan pekerjaan membuat dia langsung menjerit dan berlari untuk mengganti baju dan cepat pergi, supaya tidak kesiangan. Perjalanan ke kantor terasa cepat dan menyenangkan. Itulah yang Zanna rasakan, setelah seminggu lamanya dia kesal, diam tanpa bisa bicara de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN