33

1262 Kata

“Kamu tidak bersyukur! di beri pekerjaan bagus, malah mau pekerjaan yang begitu menguras tenaga dan otak lagi.” “Habisnya kesal, tiap hari harus menyiapkan kopi untuknya, dan sekarang, dia minta sarapan. Kenapa tidak sarapan di rumah saja, kenapa datangnya terlalu pagi, coba. Sama sendirikan lebih baik, dari pada menyuruh aku inilah, itulah, dan juga ___ aaagh ... kesal banget aku itu." Risak, juga teman yang lain hanya tersenyum ketika melihat Zanna menggerutu yang malah terlihat lucu. Sehingga mereka bukannya simpati tapi malah membuat masalah itu sebagai hiburan yang selama ini mereka rindukan dari sosok Zanna yang mereka tahu orangnya cukup lucu. “Jangan nyerocos terus, cepat kamu antarkan itu, sebelum kembali di semprot orang karena terlambat." lagi-lagi Riska membuat semua orang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN