Wangi sampo milik Arga yang Zanna pakai, membuat sang empu merasa cukup sesak dan nafas pun tercekal ketika dia mencium wangi yang membuat dia semakin tidak karuan. “Kamu baru saja mandi?” ucap Arga sedikit senyum dengan pandangan mata tertuju pada lehernya yang terlihat jenjang karena rambut yang masih terbungkus dengan handuk kecil miliknya. Pipi Arga merona, dia tidak bisa melihat semua itu dan pikirannya mulai melayang membuat dia merasa sesak, dengan cepat dia memalingkan kepala supaya tidak terus melihat pada tempat yang tidak-tidak. Zanna yang melihat keanehan sang Bos, langsung menatap dirinya sendiri dan akhirnya tersenyum malu. “Maaf, saya lancang menggunakan semua barang Bapak, karena saya sudah tidak tahan ___” perkataan itu membuat Arga semakin bercabang pikirannya. “Pana

