“Kenapa?” Zanna menatapnya dengan sewot karena dia merasa terusik dengan tatapannya tanpa berkedip, apalagi menatapnya dari atas ke bawah dan balik lagi ke atas. Seperti orang yang tengah menelanjanginya. “Emmh ... kamu tidak sudah enak-enak sama Bos, kan?” ucapnya lirih sambil melihat kanan kiri, membuat Zanna langsung melotot dan melayangkan tendangan di tulang keringnya. “Enak saja! Ya, tidaklah! Mengapa harus seperti itu, aku bukan wanita gampangan, ya!” Zanna langsung sewot. “Terus, kenapa kamu memakai baju __” “Aku tadi disuruh membersihkan kamar yang penuh buku. Katanya, kemarin kan bos kita tidak ada satu minggu, jadi ... ruangan itu tidak terurus dan akulah yang membersihkannya. Sampai aku tidur di lantai karena terlalu cape.” “Terus, apa hubungannya sama jas itu?” “Ya

