Mamahnya mengangguk dan begitu juga dengan sang papah, mereka percaya dengan anaknya, karena bila memang sang anak sering berbuat seperti itu, pastinya sudah banyak wanita yang meminta pertanggung jawaban pada mereka. “Tapi ingat sayang, kamu jangan berbuat hal gila, ingat semarah apa pun kita, kita jangan sampai berbuat yang akan merugikan kita nantinya.” Pesan sang makan sambil tersenyum. Arga mengangguk dan langsung menatap Boy yang sudah ada di samping mereka bertiga. “Aku ingin bicara denganmu, ayo kita masuk ke ruangan kerja.” Arga beranjak dan langsung masuk ke ruangan kerja miliknya sendiri. Sedari kecil Arga memang sudah di berikan satu ruangan yang khusus untuknya melakukan hal yang menurutnya itu menyenangkan. Dan sampai saat ini, ruangan itu di jadikan tempat kerja Arga ke

