Zanna pun akhirnya pulang bersama kedua orang tuanya, dan juga abang beserta keluarganya, karena Firdan memutuskan untuk menunggu Ruta. Sesampainya di rumah, dia sungguh terkejut ketika mendapati bos besarnya, sudah ada di antara orang-orang yang melayat, dia sungguh berbeda dari semua orang yang ada sehingga tidak susah untuk dikenali. Sebelum Zanna masuk rumah, dia memberhentikan keluarganya terlebih dahulu dan menatap masing-masing keluarga untuk meminta bantuan. “Ternyata Bosku datang, emmh ... bisa minta bantuan? “ Zanna menyatukan dia telapak tangannya. Semua keluarga mengerutkan kening, tapi tidak dengan papahnya. “baiklaaah, nanti kalau dia bertanya papah bilang kita keluarga saja, dia tidak akan bertanya lebih dari itu, tenang saja.” Ucap sang papah sambil menunjuk Arga, “I

