Pagi ini beda dari pagi biasanya. Renata yang biasanya bangun pagi harus bangun kesiangan karena kelamaan menangis semalam. Ia menggosok-gosok matanya yang masih terasa lengket. Begitu matanya terbuka sempurna ia lantas melirik ke arah tempat tidur Dafa. Ia melihat Dafa masih tertidur dengan beberapa dokumen Dafa yang masih berceceran di ranjang. Ren bergegas membereskannya di atas nakas, beserta laptop milik sang suami. Ia kemudian melangkahkan kaki menuju ke arah toilet kamar Dafa guna mencuci muka dan membuang air kecil. "Ahh ya ampun, mengerikan sekali," gumam Renata yang melihat pantulan wajahnya. "Astaga, bisa-bisa aku menangis semalaman," desis Renata menyesali kebodohannya. Renata baru saja keluar dari toilet dengan mata menyipit dan sedikit membengkak. Hal itu mengulik pertanya

