"Dhifa, bangun!" Hanif membangunkan Dhifa dengan suaranya bassnya. Ternyata istrinya itu memiliki kebiasaan tidur yang aneh. Selain suka main peluk-peluk dengan posisi yang aneh ia juga sulit dibangunkan. Seharusnya tadi malam ia memasang alarm supaya tak repot-repot membangunkannya. Kalau dipikir-pikir lagi, gaya tidur Dhifa lebih parah dari adik lelakinya, Hafizh. "Dhifa, bangun!" Sekali lagi ia membangunkan istrinya dengan menggoncang-goncang tubuhnya pelan. Siapa tahu sentuhannya bisa lebih mudah menyadarkannya dari alam mimpi. Benar saja, sentuhan Hanif memiliki kekuatan magic yang dahsyat. Dhifa langsung menggeliat dan membuka matanya. Ia mengerjap-ngerjap seperti boneka. Aksinya itu membuat Hanif gemas. Dhifa sedikit kaget ketika tersadar dirinya berduaan dengan pria. Ia lupa

