ONE
Namaku Celine dan aku berumur 20 tahun. Saat ini aku sedang bergegas menuju ke halte bus di dekat taman bunga. Waktu menunjukkan pukul 7 malam dan aku sadar bahwa aku terlambat. Marry, sahabatku telah menunggu di acara festival sejak setengah jam yang lalu. Handphone-ku terus berdering namun aku tidak menghiraukannya. 15 menit kemudian bus pun berhenti dan aku segera menuruni bus menuju festival. Aku melihat Marry yang terlihat lelah sembari berjongkok tidak jauh dari pintu masuk ke festival. Aku pun segera menghampirinya.
"Hey, maaf aku terlambat. Aku membantu Rhocey menata rambutnya." Jelasku pada Marry.
"Sudahlah, ayo kita masuk!" Jawab Marry dan segera menarik tanganku memasuki festival.
Marry dan Aku membeli beberapa makanan dan menonton beberapa pertujukan yang ada di acara festival tersebut. Setelah itu kami duduk di sebuah kursi yang disediakan untuk para pengunjung. Kami berbicara dan menikmati makanan yang kami beli. Ditengah-tengah perbincangan kami, Marry kehabisan minuman.
"Minuman ku habis. Aku ingin membeli minum lagi." Ujar Marry.
"Kau bisa minum minuman milikku. Kita bisa membelinya setelah ini." Tawar ku.
"Tidak apa-apa. Aku akan membelinya sekarang. Kau tunggu aku disini. Jadi aku tidak akan sulit menemukanmu saat aku kembali" Marry pun menolak.
"Baiklah. Cepat kembali, ok?" Balasku dan Marry hanya mengangguk.
Aku pun menunggu Marry sembari memperhatikan sekeliling. Orang berlalu-lalang menikmati acara festival makanan ini. Tidak sengaja aku melihat sosok lelaki yang sangat familiar. Lelaki itu bertubuh tinggi dengan tubuh kurus. Model rambut curtains dengan warna hitam legam miliknya sangat mencolok. Ia mengenakan kaos serta celana jeans. Aku menyadari bahwa ia adalah Eren, mantan kekasihku saat sekolah menengah dahulu. Kami masih sering berbicara di sosial media dan sesekali bermain game billiards online bersama. Saat aku ingin memanggilnya ia pun menghilang dalam keramaian. Aku segera mengirimkannya pesan bahwa aku sedang berada di festival makanan. Beberapa saat kemudian Eren membalas pesanku dan menanyakan aku berada di bagian mana. Aku pun memberitahukan kepadanya posisiku berada saat ini.
Sesaat kemudian Eren bersama kedua orang temannya datang menghampiriku. Aku tersenyum dan begitu juga Eren. Keadaan pun menjadi canggung. Aku memutuskan untuk memecahkan kecanggungan diantara kami.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu selama ini, Eren." Ucapku ramah.
"Ya, aku baik-baik saja. Kita hanya berbicara melalui handphone namun tidak pernah bertemu lagi. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini." Balas Eren ramah.
"Kalian hanya bertiga saja?" Tanyaku.
"Oh tidak. Kami bertujuh. Keempat dari kami sedang membeli makanan tidak jauh dari sini. Namun, karena antriannya cukup panjang, aku segera menemui kau disini. Apakah kau sendiri, Celine?" Ucap Eren ramah.
Aku menggeleng dan menjawab, "Aku bersama Marry. Apakah kau masih ingat Marry? Dia sedang beli minuman." Jawabku.
"Oh ya? Aku masih ingat Marry. Bagaimana kabarnya." Tanya Eren.
"Dia juga baik-baik saja." Jawabku sembari tersenyum. Eren membalas senyumanku dan keadaan kembali canggung.
"Baiklah. Aku harus segera kembali ketempat teman-teman ku. Ku harap kita bisa bertemu dan berbincang lagi. Apakah kau baik-baik saja jika aku tinggal sendiri?" Tanyaku.
Aku tersenyum dan mengangguk. Eren dan teman-temannya pun pergi. Setah beberapa saat Marry pun kembali.