"Kak Rio, lepaskan tanganku!" Dini yang menyadari tangannya berada di mana dan dia sangat malu sekali mendengar celetukan Rio tadi. Dia ingin mengangkat tangannya itu tapi malah ditahan! Bagaimana dia tidak bertambah kesal? "Ini tidak lucu, jangan tertawa Kak Rio!" Mereka berdua sudah sama-sama dewasa dan tidak harus bercanda dengan sesuatu yang konyol begini. Itu sih menurut pendapat Dini tapi apakah Rio berpikiran yang sama? "Tenanglah Dini! Kau ini, melihat dan bersikap padaku seperti kau melihat monster!" 'Ya memang. Kau bahkan lebih parah dari monster! Kau membuat hatiku jadi gak karuan! Kau tahu kita tidak boleh terlalu dekat, tapi kau terus saja membakar itu! Kau tahu aku tidak mau seperti ini tapi kau terus saja memaksaku! Kapan coba kau bisa memberikan sedikit kelonggaran

